Thursday, 21 April 2016

Penjelasan Super Sederhana Callifornia Bearing Ratio (CBR)



Tulisan ini sebenarnya bagian dari tulisan "Perbdaan antara CBR, density dan daya dukung" yang pas ditulis ternyata panjang banget dan keburu males nyelesaiinnya. Jadi ini penjelasan tentang CBR dulu dengan bahasa yang sederhana. Apa itu CBR?
 
Test CBR pakai Counterweight Roller menggunakan alat yang disebut proving ring
Apa itu CBR tanah?
Apa pngertian CBR tanah?
Definisi CBR tanah ?

Dari namanya saja “ratio” artinya perbandingan, sudah mesti angkanya adalah berupa perbdandingan atau persentase dari sesuatu terhadap sesuatu. Apa sebenarnya yang dibandingkan?
Yang dibandingkan adalah nilai “KEKERASAN PERMUKAAN”, jadi nilai kekerasan suatu tanah dibandingkan terhadap standard tanah yang di anggap keras. Standard tanah yang di anggap keras adalah apabila :
 a.       beban yang ditunjukkan saat tanah di tekan pada kedalaman penetrasi 0,1 inchi menggunakan alat proving ring dan dibagi luasan bidang tekannya (tegangan) itu sebesar 70,37 kg/cm2
b.      dan pada penetrasi 0,2 inchi tegangannya mencapai 105,56 kg/cm2.
c.       Jadi kalo penetrasi di 0,1 inchi ketemu tegangannya 70,37 kg/cm2 dan di penetrasi 0,2 inchi ketemu tegangan 105,56 kg/cm2 si tanah atau si bahan itu sudah di anggap permukaannya keras 100%. Emang ada bahan yang CBR nya 100%? Adaaaaaaa… misalnyaaaa? Beton? Baja? Batu? Kuat tekan beton aja sampe ada yang lebih dari 400 kg/cm2..

Biasanya CBR itu dipakai untuk pengujian lapisan konstruksi jalan, subgrade nya, sub base nya, base course nya, bahkan aspalnya bisa juga. Kenapa test CBR itu untuk jalan? Karena jalan itu perlu permukaan yang keras untuk menerima beban kendaraan supaya permukaannya tidak rusak atau berdeformasi dengan asumsi tanah yang di bawahnya sudah memiliki daya dukung yang cukup dengan kepadatan yang cukup. Tapi itu sebenarnya tidak perlu untuk jalan rigid (beton), tapi sangat penting untuk jalan aspal "flexible pavement, kenapa? karena aspal itu hanya lapis aus saja dan tidak menahan beban, bebannya sepenuhnya di teruskan ke lapisan bawahnya. Kalau lapisan bawahnya merupakan material curah yang dipadatkan, maka lapisan itu perlu dilakukan test CBR supaya pada saat dibebani permukaanya tidak berdeformasi.

Apa yang terjadi kalau suatu jalan permukaanya CBR nya tidak sesuai desain atau bebannya yang terjadi melampaui kapasitas CBR nya? Yang terjadi adalah seperti gambar berikut :

Ini contoh basecoarse yang belum permukaannya sama sekali tidak keras? Apa yang terjadi? permukaannya bergelombang akibat bekas roda kendaraan.

Untuk basecoarse yang sudah padat tetapi permukaanya tidak keras? ada bekas roda juga



Aspal cuma lapisan aus saja, tidak menerima beban, beban diteruskan ke lapisan bawahnya, kalo lapisan bawahnya tidak keras? corrugation!

Kalau CBR nya sepanjang jalan tidak rata maka ya untuk bagian yang tidak keras akan terjadi seperti gambar
Kalau bebannya berlebih dari kapasitas CBR yang direncanakan ya channeling

Contoh channeling yang parah

Masih ada yang bingung tentang CBR? comment donk... :3



11 comments:

  1. Kami CV RUNDAWA TEKNIK - Bandung memposisikan diri sebagai produsen, suplier dan distributor untuk peralatan LAB SIPIL SIPIL (Testing Equipment For : SOIL, CONCRETE, AGGREGATE, APHALT, CEMENT, MINING & General MACHINE,jual sondir 2.5 ton | sondir 5 ton | sondir 10 ton manual / hydraulic , jual hammer test , jual press beton , jasa sondir , jual sand cone test , slump test , cbr laboratorium , field cbr test , vane shear test , triaxial , cylinder mold , cube mold , 3 gang , sieve shaker , spt test , unconfined test , coredrilling machine, cakupan Nasional untuk target pasar Regular, kontak support 1x24 jam/hari dalam pelayanan sehingga dapat membantu dan menjawab kebutuhan anda, dengan cara melalui email fendinykz@yahoo.co.id - info@labtekniksipil.com , Mobile Phone: 082221111131, Tlp/Fax : 02282001060

    ReplyDelete
  2. Sangant bermanfaat.. boleh nanya mas, jadi untuk desain perkerasan kaku, tidak perlu dilakukan pemeriksaan dcp untuk mencari nilai CBRnya ya mas????

    ReplyDelete
    Replies
    1. menurut saya sih tidak perlu, tapi yang harus dipastikan adalah lapisan tanah bawahnya harus padat... testnya bukan cbr taoi sand cone...

      Delete
  3. Melihat komentar diatas saya mau tanya. Jadi hubungan dcp sama cbr itu apa sih mas?
    Saya baca cbr di lapak lain menjelaskan dcp dan saya masih belum paham��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hsil tes Dcp dpkai sbgai refrensi untuk mnghitung niai Cbr

      Delete
    2. Hsil tes Dcp dpkai sbgai refrensi untuk mnghitung niai Cbr

      Delete
    3. dari namanya ya..
      dcp : dynamic cone penetration
      cbr : callifornia bearing ratio

      sama sama sih sebenernya buat menentukan tingkat kekerasan permukaan tanah,, cuma cara ngetest nya yang beda.. klo hasil dcp test itu perlu dimaukkan formula dlu biar dapet nilai cbr
      kelebihannya dcpt itu bisa buat ngetest tanah di lapisan yang dalam, buat cari tau nilai cbr nya, jadi tanahnya cukup di bore dengan diameter yang gak terlalu besar, lalu di test pake alat dcp.. nanti bisa ketauan cbr di lapisan tanah itu..

      kalo alat test cbr bisa nya cuma buat d permukaan aja..

      Delete
    4. setahu saya dcp itu dipakai untuk tanah lunak yang nilai cbrnya dibawah 7%. karena untuk tanah keras hasil dcp tidaak akurat disebabkan dcp menggunakan ujung konus. dan apabila posisi ujung konus mengenai batu atau benda keras akan terbaca nilai cbrnya besar.

      Delete
  4. kalo ada data SPT, cara nentuin CBRnya gimana mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada formulanya empirisnya tapi cuma perkiraan,, tergantung jenis tanahnya,,coba baca ini deh

      http://www.answers.com/Q/How_do_you_convert_CBR_value_into_Bearing_capacity_kNm2

      Delete
  5. Luar biasa.. sangat bermanfaat.

    ReplyDelete